Minggu, 04 Januari 2015

3.3 Dokumen yang digunakan dalam siklus pendapatan




Dokumen yang digunakan Siklus Pendapatan

·         Dokumen Sumber (Source Document)                                                        
Dokumen yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam jurnal atau buku pembantu
·         Dokumen Pendukung (Supporting Document) Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sah nya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber.

Contoh :
Transaksi
Dokumen Sumber
Dokumen Pendukung
Penjualan Tunai
Faktur Penjualan Tunai
Pita Register Kas
Penjualan Kredit
Faktur Penjualan
Surat Order Pengiriman Laporan Pengiriman Barang Surat Muat (Billm of Lading)
Retur Penjualan
Memo Kredit
Laporan Penerimaan Barang

Formulir pesanan penjualan (sales order).
Formulir pesanan penjualan juga dapat dijadikan dokumen pengiriman, karena memang dapat dipakai sebagai otorisasi untuk mengirim barang. Bahkan menjadi dokumen penagihan.

Formulir permintaan barang (sales order).
dibuat oleh bagian penjualan, meminta bagian gudang untuk mengeluarkaan barang. 
 

 Daftar pengiriman barang (packing list). Dokumen ini menyertai barang yang dikirim.
·         Dokumen pengangkutan (bill of lading).Dokumen ini merupakan bukti pengiriman barang melalui       pihak ketiga (biro pengangkutan barang)
·         Pemberitahuan pengiriman barang. Untuk memberi layanan yang baik, perusahaan seringkali               memberitahu pembelian barang telah dikirim.
·         Faktur penjualan (invoice),merupakan dokumen yang sangat penting dalam siklus pendapatan, karena   berisi sejumlah uang yang akan diterima.
·         Bukti pembayaran. adalah dokumen yang digunakan oleh pembeli
·         Slip deposit (bukti setor), merupakan bukti penyetoran uang ke bank.
·         Formulir pesanan susulan (Back order). Formulir ini dibuat bila barang yang dipesan oleh pembeli       tidak semuanya bisa dipenuhi oleh perusahaan.
·         Cash Register yang dihasilkan oleh mesin register digunakan sebagai bukti penjualan kas. 
·         Memo Kredit, diperlukan untuk menerima kembali barang dagangan yang dikembalikan sesuai             kesepakatan.
·         Memo debet, diperlukan jika terjadi kelebihan barang yang dikirim, disepakati untuk dibayar.


Sumber:  



3.2 Sebutkan bagian yang terkait dan tugas-tugasnya



1.      Fungsi Penjualan  
  Bagian Penjualan

2.      Fungsi pemberi otorisasi kredit 
Bagian Otorisasi Kredit

3.      Fungsi Pencatatan Piutang 
Bagian Pencatatan

4.      Fungsi Penyimpanan Barang 
Bagian Gudang

5.      Fungsi Pengiriman Barang 
Bagian Pengiriman

6.      Funsi Penerimaan dan Pengeluaran Kas 
Bagian Kasir








Berikut  merupakan penjelasan dari tabel diatas:
1.Fungsi Penjualan.
            Dalam sistem penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab menerima pesanan dari pelanggan, lalu mencatat pesanan tersebut dalam sistem linkport PDA, dan mengisi surat orderpengiriman. Bagian ini juga menerima faktur penjualan yang dihasilkan dari proses penagihan sales.Fungsi ini juga merangkap dengan fungsi penagihan. Setelah memeriksa kesesuaian faktur dengandokumen penagihan sales, kemudian melakukan penagihan kepada pelanggan dengan memberikansalinan faktur penjualan. Fungsi ini juga menerima pembayaran dari pelanggan.

2. Fungsi Otorisasi Kredit.
          Fungsi ini bertanggung jawab untuk meneliti status kredit pelanggan danmemberikan otorisasi pemberia kresit kepada pelanggan berdasarkan surat order penjualan.

3. Fungsi Pencatatan Barang.
     Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat piutang yang timbul dari transaksipenjualan kredit. Membuat faktur penjualan, surat pengiriman barang, surat bongkar muat barang,dan laporan penjualan dan menyetorkan laporan tersebut ke kantor pusat. Selain itu, fungsi ini jugabertanggung jawab untuk menginput data dan cetak surat pengiriman barang yang diperolehdatanya dari bagian pengiriman, serta input data dan cetak laporan setoran sales.

 4. Fungsi Gudang (Fungsi Penyimpanan Barang).
      Dalam sistem penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkanbarang yang akan dikirim ke pelanggan atas dasar surat bongkar muat barang yang diperoleh darifungsi pencatatan. Barang tersebut kemudian diserahkan ke bagian pengiriman.

 5. Fungsi Pengiriman.
      Fungsi ini menerima surat pengiriman barang dan salinan faktur penjualan yangditerima dari funsi pencatatan. Kemudian dokumen tersebut dicocokkan dengan barang yang telahdisiapkan oleh bagian gudang. Setelah mengirim barang dan menyerahkan copyan faktur penjualanke pelanggan, surat pengiriman barang dan faktur penjualan disahkan dan diserahkan ke bagian pencatatan.

6. Fungsi Kasir.
     Fungsi ini menerima laporan setoran sales dan uang dari bagian pencatatan. Kemudian mencatat hasil setoran dan mencetak laporan realisasi penjualan. Dokumen laporan setoran sales diserahkan ke sales manajer, uang disetorkan ke bank dan laporan realisasi penjualan disampaikanke kantor pusat.

3.1 Definisi Siklus Pendapatan



Pengertian Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan – penjualan tersebut.Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas.

Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan
Empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :
 1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan
·         Mengambil pesanan pelanggan
·         Persetujuan kredit
·         Memeriksa ketersediaan persediaan
·         Menjawab permintaan pelanggan

 2. Pengiriman barang
·         Ambil dan pak pesanan
·         Kirim pesanan

 3. Penagihan dan piutang usaha
·         Penagihan
·         Pemeliharaan data piutang usaha
·         Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan
       
 4. Penagihan kas
o   Menangani kiriman uang pelanggan
o   Menyimpannya ke bank
       
Tujuan Siklus Pendapatan
Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
Tujuan – tujuan lain :
·         Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
·         Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi)
·         Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
·         Semua transaksi dicatat dengan akurat
·         Aset dijaga dari kehilangan ataupun pencurian
·         Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif

Ancaman dan Pengendalian dalam Siklus Pendapatan
Proses /Aktivitas
Ancaman
Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan
Entri pesanan penjualan
1. pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
Pemeriksaan edit entri data

2. Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catt. Kredit buruk
Persetujuan kredit oleh manajer bag. Kredit bukan oleh fungsi penjualan: catt yang akurat atas saldo rek. pelanggan

3. Legitimasi pesanan
Ttd diatas dokumen kertas, ttd digital dan sertifikat digital untuk e-biz

4. Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga
Sistem pengendalian persediaan
Pengiriman
5. Kesalahan pengiriman: barang dag., jumlah dan alamat yang salah
Rekonsiliasi pesanan penjulana dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan: pemindai kode garis
Pengendalian aplikasi entri data

6. Pencurian persediaan
Batasi akses fisik ke persediaan
Penagihan dan piutang usaha
7. Kegagalan untuk menagih pelanggan
Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan

8. Kesalahan dalam penagihan
Pengendalian edit entri data
Daftar harga

9. Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha
Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar: laporan bulanan ke pelanggan
Penagihan kas
10. Pencurian kas
Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan
Rekonsiliasi periodic laporan bank dengan catt seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas
Masalah - masalah pengendalian umum
11. Kehilangan data
Prosedur cadangan dan pemulihan dari bencana; pengendalian akses (secara fisik dan logis)

12. Kinerja yang buruk
Persiapan dan tinjauan laporan kinerja