Selasa, 02 April 2013

Organisasi Berdasarkan Tipe dan Bentuknya



Organisasi Berdasarkan Tipe dan Bentuknya




Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :

·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .

·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama 

·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. 

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran 

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu : 
a. Orang-orang (sekumpulan orang), 
b. Kerjasama, 
c. Tujuan yang ingin dicapai, 

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. 

Ciri-Ciri Organisasi :
Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
a. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal, 
b. Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan.
c. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain, 
d. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan, 
e. Adanya tujuan yang ingin dicapai.



Tipe atau bentuk organisasi

1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

Bentuk Organisasi Garis : Bentuk ini merupakan bentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi, Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan), Struktur organisasi sederhana dan stabil

Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.



Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :

·         Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik

·         Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)

·         Koordinasi lebih mudah dilaksanakan

·         Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat



Kelemahan-kelemahan organisasi garis :

·         Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi

·         Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri

·         Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).

·         Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri



2. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)

Bentuk Organisasi Fungsional: Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Memiliki ciri-ciri:

·         Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan

·         Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan

·         Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis

·         Target-target jelas dan pasti



Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :

·         Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal

·         Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing

·         Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan

·         Pembidangan tugas menjadi jelas



Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:

·         Pekerjaan seringkali sangat membosankan

·         Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja

·         Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan



3. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)

Bentuk Organisasi Garis dan Staff : Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

Memiliki ciri-ciri:

·         Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung

·         Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff

·         Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff

·         Jumlah karyawan banyak



Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:

·         Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.

·         Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.

·         Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli



Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:

·         Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat

·         Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal

·         Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting

·         Pimpinan lini mengabaikan advis staf



4. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)

Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.



Memiliki ciri-ciri:

·         Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.

·         Terdapat spesialisasi yang maksimal

·         Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja





Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :

·         Solodaritas tinggi

·         Disiplin tinggi

·         Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal

·         Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan





Sedangkan keburukannya adalah :

·         Kurang fleksibel dan tour of duty

·         Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar