Rabu, 12 Juni 2013

Hubungan Antara Softskill dengan Hardskill



Apa itu Softskill?
Berikut definisi soft skill menurut beberapa para ahli :  (www.soft-skill.blogspot.com):

Soft skills are personal skills, emotional skills, and managerial skills. It is different from hard science capacities” (Prof. Professor L. David Brown - Harvard University’s Kennedy School of Government)
Soft skill keterampilan pribadi, keterampilan emosional, dan keterampilan manajerial. Hal ini berbeda dari kapasitas ilmu keras(Prof. Professor L. David Brown - Harvard University’s Kennedy School of Government)

“They are people’s skills, presentations, communication skills, team players, and openness to cultural diversity. Personal traits (such as time management, leadership ability, being dependable and honest) all fall under soft skills” (Professor Gregory S. Yovanof - Expert at AIT)
Mereka adalah keterampilan masyarakat, presentasi, keterampilan komunikasi, pemain tim, dan keterbukaan terhadap keragaman budaya. Sifat-sifat pribadi (seperti manajemen waktu, kemampuan kepemimpinan, bisa diandalkan dan jujur​​) semua jatuh di bawah soft skill (Professor Gregory S. Yovanof - Expert at AIT)

Dari keseluruhan definisi dapat disimpulkan bahwa :
            Softskill adalah beberapa keterampilan (non akademik) yang dimiliki pribadi/seseorang mengenai keterampilan dalam emosional, dalam  presentasi,  keterampilan  komunikasi, dapat bekerja dalam  tim,  keterampilan manajerial, misalnya mengatur waktu, kemampuan dalam  kepemimpinan, ketekunan, attitude, planning/perencanaan untuk mengatur tugas yang harus dikerjakan hingga selesai, ini berbeda dengan hardskill ( kemampuan yang berhubungan dengan pengetahuan dalam bidang akademik atau kemampuan teknis).

Mengapa Softskill itu penting?
Ketika seseorang menempuh pendidikan, apakah yang membuat sukses dalam dunia kerja? Nilai/ IP tinggi? Ternyata bukan hanya itu karena tidak hanya Nilai/ IP tinggi dalam kemampuan akademiknya (hardskill), tetapi juga softskill.

Hasil penelitian Harvard University, Amerika Serikat: kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 % dengan hard skill dansisanya 80 % dengan soft skill.

Buku berjudul: Lesson From The Top karangan Neff dan Citrin (1999) memuat sharing dan wawancara 50 orang tersukses di Amerika: mereka sepakat yang paling menentukan kesuksesan bukanlah keterampilan teknis melainkan kualitas diri yang termasuk dalam keterampilan lunak (soft skills) atau keterampilan berhubungan dengan orang lain (people skills).

Hasil survei National Association of Colleges and Employers (NACE) pada tahun 2002 di Amerika Serikat,dari jajak pendapat terhadap 457 pengusaha, diperoleh kesimpulan bahwa Indeks Prestasi akademik (IP) adalah nomor 17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan universitas. Survei tersebut menghasilkan berturut-turut: kemampuan komunikasi, kejujuran/integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, beretika, motivasi/inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi (IP >= 3,00), kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha. Inilah yang disebut sebagai SOFT SKILL. Sedangkan IP yang kerap dinilai sebagai bukti kehebatan mahasiswa, dalam indikator orang sukses tersebut ternyata menempati posisi hampir terakhir, yaitu nomor 17 !

Dari beberapa hasil penelitian diatas mengenai softskill jelas bahwa :
Dalam dunia kerja Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan tidak hanya kemahiran dalam hardskill saja dengan nilai/IP yang tinggi akan tetapi juga memiliki keterampilan dalam softskillnya, Dunia pendidikan mengungkapkan bahwa dalam Kajian Depdiknas RI pada tahun 2009, menyatakan bahwa kesuksesan seseorang dalam pendidikan, 85% ditentukan oleh SOFT SKILL.
Sama halnya dalam hasil penelitian Harvard University, Amerika Serikat: kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Apa yang membedakan Softskill dan Hardskill?
Hardskill itu sendiri adalah kemampuan yang biasa dipelajari disekolah atau universitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual yang berhubungan dengan subyek yang dipelajari berhubungan dengan bidang akademik.
Misalnya, seorang mahasiswa belajar Pemrograman dengan harapan bahwa setelah belajar pemrograman dia dapat membuat progam dan menjadi seorang programer. Hard skill dapat diukur dengan melakukan tes yang berhubungan dengan bidang yang dipelajari. Dapat dikatakan bahwa hard skill bersifat kasat mata atau nyata.
Sedangkan soft skill adalah sesuatu yang tidak kasat mata/ imajiner/ abstrak. Tidak seperti hard skill yang terukur dan bisa dipelajari, maka soft skill tidak dipelajari secara langsung baik di sekolah maupun universitas. Pengukurannya pun sulit tidak seperti halnya hardskill yang pengukurannya mudah dengan melakukan tes.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar